.Berita Bank Mega Syariah

2009-06-24 18:57:22
Mega Mitra Syariah Ekspansi Kantor Cabang

JAKARTA (SI)--PT Bank Mega Syariah akan terus membangun sejumlah kantor cabang Mega Mitra Syariah (M2S) yang khusus melayani pembiayaan mikro dan kecil. Hingga tahun 2009 perseroan akan membangun 500 unit M2S yang tersebar di seluruh indonesia. "Saat ini M2S sudah memiliki 210 kantor cabang dan Agustus 2009 akan ditambang 100 unit lagi. Sedangkan di 2010 akan kita tambah lagi menjadi 190 unit sehingga total kantor cabang M2S sekitar 500 unit," kata Direktur Utama BMS Beny Witjaksono di Jakarta, kemarin. Menurut Beny kinerja M2S sebagai penopang pembiayaan di sektor mikro dan kecil cukup signifikan. Memiliki 24.000 nasabah, pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp1,5 triliun dengan rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) sebesar 0,2%. Pembiayaan yang disalurkan semakin membesar karena M2S sudah ada di 20 provinsi.  Beny menuturkan dalam M2S ini, Bank Mega Syariah menawarkan empat produk pembiayaan, seperti Siaga yang khusus bagi pengusaha yang memiliki izin usaha namun tidak memiliki jaminan usaha. Produk ini memberikan plafon pembiayaan di bawah Rp50 juta. Selain itu ada Talangan yang memberikan plafon pembiayaan maksimal Rp50 juta, MP 50 artinya BMS memberikan pembiayaan antara Rp50-100 juta dan MP 500 dimana perseroan akan memberikan pembiayaan maksimal Rp1 miliar. "Konsep M2S adalah mudah dan berkah. Sebagian besar pembiayaan disalurkan ke sektor perdagangan. Skim seperti ini sepertinya cocok bagi anggota Darut Tauhid selain kerjasama co-branding kartu ATM," paparnya. 

Kerjasama dengan Ponpes Darut Tauhid Secara bersamaan, PT Bank Mega Syariah menjalin kerjasama dengan Yayasan Darut Tauhid penerbitan kartu co-branding yang berfungsi sebagai kartu anggota sekaligus ATM Bank Mega Syariah hingga pembayaran zakat. Penandatanganan kerjasama dilakukan oleh Direktur Utama Bank Mega Syariah Beny Witjaksono dengan Ketua Yayasan Darut Tauhid Mia Kusmiasari serta disaksikan oleh KH Abdullah Gymnasiar (Aa Gym) sekaligus pemilik pondok pesantren Darut Tauhid, Selasa di Menara Bank Mega Jakarta, kemarin. Beny menuturkan kerjasama ini merupakan bukti komitmen Bank Mega Syariah sebagai salah satu pemain di industri perbankan syariah untuk turut memfasilitasi sera memberi kemudahan layanan perbankan bagi kalangan pesantren. Selain itu, dapat memberi manfaat bagi kedua belah pihak untuk jangka waktu yang panjang. "Tahap awal kerjasama ini hanya co branding anggota. Namun, tidak menutup kemungkinan ke arah pembiayaan meskipun belum bisa dilakukan dalam kerjasama ini," jelasnya. Beny menuturkan ATM Mega Syariah memberi beragam fasilitas dan kemudahan karena telah tergabung dengan jaringan ATM Bersama dan jaringan Prima sehingga nasabah bisa melakukan transaksi di 16.000 ATM Bersama dan lebih dari 12.000 ATM Prima di Indonesia.

Selain itu bisa digunakan sebagai pembelian atau pembayaran pulsa ponsel hingga pembayaran tagihan PLN. Sementara Ketua Yayasan Darut Tauhid Cabang Jakarta Mia Kusmiasari mengakui saat ini memiliki anggota sebanyak 9000 orang dan dengan kerjasama ini, pada tahap awal sebanyak 5000 anggota memanfaatkan fasilitas yang ada di kartu co branding dengan BMS. Kerjasama juga bisa dikembangkan untuk pembiayaan melalui baitul mal watamwil (BMT). "Pada tahap awal, mudah-mudahan bisa digunkan oleh 5000 anggota. Kami juga mengembangkan pembiayaan maksimal Rp5 juta melalui BMT dan akan terbuka dengan bank lain. Khusus untuk BMT, sudah menjalin kerjasama dengan Bank Muamalat, BNI Syariah dan Bank Syariah Mandiri (BSM)," paparnya. (tomi sujatmiko-sindo)