Layanan Perbankan dari
Bank Mega Syariah
dengan menghubungi
(021) 7919 2345
2009-06-24 22:51:16
BMS Siapkan Subdebt
JAKARTA – Bank Mega Syariah (BMS) terus melakukan ekspansi di tahun ini. Walau terus memperluas jaringan rasio kecukupan modal BMS masih berada di level aman yaitu 12 persen. Meski demikian BMS telah mempersiapkan penerbitan subdebt sebesar Rp 150 miliar.Direktur Utama BMS, Beny Witjaksono mengatakan pihaknya telah mendapat persetujuan BI untuk menerbitkan subdebt, namun pihaknya belum mengetahui waktu pasti penerbitan karena masih belum memerlukan modal saat ini. “Injeksi modal mungkin saja karena diperlukan dan pemegang saham juga mendorong untuk melakukan ekspansi, tapi untuk saat ini modal kami masih di level aman,” kata Beny usai penandatanganan MoU antara BMS dengan Daarut Tauhid, Selasa (23/6). Margin saat ini yang sebesar 13 persen, tambahnya, juga masih mahal. Saat margin berada di level 10 persen, ujar Beny, tak menutup kemungkinan subdebt bisa diterbitkan. Jika pun memerlukan modal, lanjutnya, kemungkinan subdebt akan dilakukan di kuartal akhir 2009.Di tahun ini BMS memang melakukan ekspansi besar-besaran dengan menambah 100 kantor Mitra Mega Syariah, 60 Mega Syariah Gallery dan enam outlet gadai emas syariah. Di tahun depan juga telah berencana menambah 190 Mitra Mega Syariah dan 40-50 Mega Syariah Gallery. Saat ini BMS telah memiliki 210 outlet Mitra Mega Syariah yang tersebar di sekitar 20 provinsi, 15 Mega Syariah Gallery dan empat outlet gadai emas.Saat ini BMS fokus ke pembiayaan mikro melalui Mitra Mega Syariah yang saat ini total pembiayaannya telah mencapai Rp 1,5 triliun dengan pertumbuhan per bulannya Rp 140 miliar. Sementara untuk pembiayaan korporasi, ujar Beny, pihaknya akan bekerja sama dengan Bank Mega sehingga risiko kecil.Untuk Mitra Mega Syariah, lanjutnya, sebagian besar pembiayaan yang disalurkan rata-rata sebesar Rp 50 juta per nasabah dengan akad yang digunakan sebanyak 98 persen adalah murabahah. BMS melalui Mitra Mega Syariah memiliki produk Siaga dan Talangan (plafon Rp 5 juta), MP 50 (plafon maksimal Rp 100 juta) dan MP 500 (plafon maksimal Rp 1 miliar). Per Mei 2009 rasio pembiayaan bermasalah Mitra Mega Syariah sebesar 0,2 persen.

Direktur Utama Bank Mega Syariah, Beny Witjaksono dan Ketua Yayasan Daarut Tauhid Jakarta, Mia Kurmiasari dan disaksikan KH. Abdullah Gymnastiar saat melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman program Co-Branding antara Bank Mega Syariah dan Daarut Tauhid
MoU dengan Daarut Tauhid:
JAKARTA – Bank Mega Syariah (BMS) menjalin kerja sama dengan Daarut Tauhid pimpinan Abdullah Gymnastiar untuk kartu anggota. Kartu tersebut dapat berfungsi untuk pembayaran zakat dan kartu ATM. Ketua Yayasan DT Jakarta, Mia Kusmiasari mengatakan saat ini anggota DT Jakarta mencapai 9000 orang. Melalui kerja sama ini setidaknya dia menargetkan ada sekitar 5000 anggota yang menggunakan kartu co branding dengan BMS ini. “Di database anggota ada sekitar 9000 orang, tapi diharapkan ada sekitar 5000 anggota yang merespon kerja sama ini,” kata Mia usai penandatanganan MoU dengan BMS di Menara Bank Mega, Selasa (23/6).Untuk kerja sama dengan BMS ini, tambah Mia, setidaknya ke depan diharapkan juga dapat berkembang ke bidang lainnya. Di antaranya yang sedang dikembangkan DT saat ini adalah Baitul Maal wat Tamwil yang fokus ke mikro dengan pembiayaan maksimal Rp 5 juta.Selain dengan BMS, DT sebelumnya juga telah bekerja sama dengan bank syariah lainnya seperti Bank Syariah Mandiri, Bank Muamalat dan UUS BNI. Ke depannya, ujar Mia, pihaknya juga tak menutup kemungkinan untuk bekerja sama dengan pihak lainnya.Direktur Utama BMS, Beny Witjaksono mengatakan penandatanganan MoU tersebut menjadi bukti komitmen BMS untuk turut memfasilitasi dan memberikan kemudahan akses layanan perbankan bagi kalangan pesantren. “Jalinan kerja sama ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak untuk janka panjang dalam bidang lainnya,” kata Beny. Saat ini BMS memiliki pembiayaan Rp 2,4 triliun dan dana pihak ketiga Rp 3,4 triliun.
