Pembiayaan Modal Kerja

Pembiayaan Modal Kerja merupakan pembiayaan kepada nasabah dengan tujuan pemberian tambahan dana untuk modal kerja usaha baik untuk persediaan usaha maupun untuk menutupi piutang usahanya.

KEUNGGULAN :
•    Dapat digunakan antara lain untuk modal kerja usaha, konversi piutang usaha dan pembelian barang persediaan.
•    Terdiri dari 2 Pola pembiayaan, yaitu :
      - Pola pembiayaan langsung.
      - Pola pembiayaan Kerjasama dengan skema Chanelling, Exceuting atau Joint Financing.


FITUR :
•    Pembiayaan untuk Nasabah Perorangan (wiraswasta atau profesional) dan Non Perorangan (Badan Usaha)
•    Berdasarkan prinsip syariah dengan akad Musyarakah / Mudharabah / Murabahah
•    Jumlah pembiayaan minimal Rp 500 Juta
•    Jangka waktu pembiayaan maksimum 10 tahun

KETENTUAN :
•    Biaya
     - Biaya Administrasi
     - Biaya Notaris
     - Biaya Asuransi

•    Asuransi
     - Asuransi kerugian untuk Agunan
     - Asuransi Jiwa untuk Nasabah Perorangan (apabila disyaratkan)


SYARAT :
•    Usia Nasabah perorangan
     - Minimum telah berusia 21 tahun atau telah menikah untuk usia antara 18 s/d 21 tahun.
     - Maksimum 65 tahun pada saat akhir jangka waktu pembiayaan.

•    Lama usaha
     - Minimal 2 (dua) tahun terhadap bidang usaha yang menjadi sumber pembayaran pembiayaan

•    Legalitas Usaha
     - Memiliki dokumen izin usaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

•    Laporan Keuangan
     - Memiliki Laporan Keuangan dengan posisi laba positif minimal 2 (dua) tahun terakhir